Selasa, 29 September 2009

Petilasan Gunung Ratu Setelah Muncul Klaim Gajah Mada Asli Lamongan

Radar Bojonegoro
Pengunjung Meningkat, Diwarnai Sengketa Juru Kunci

Petilasan Gunung Ratu di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Kecamatan Ngimbang Lamongan diyakini sebagai makam ibu Mahapatih Gajah Mada yang bernama Dewi Andongsari. Setelah mencuat klaim Gajah Mada asli dari Lamongan, bagamana kondisi petilasan tersebut ?

B. FEBRIANTO, Lamongan

---

Petilasan Gunung Ratu berjarak sekitar 2 km dari Desa Sendangrejo yang merupakan ibukota Kecamatan Ngimbang. Menuju lokasi itu harus melewati jalanan berbatu yang kondisi aspalnya sudah banyak yang mengelupas.

Petilasan gunung ratu berupa tiga makam. Satu makam dengan nisan besar bertuliskan Eyang Ratu Dewi Andong Sari, bunda Patih Gajah Mada. Makam tersebut berada di sebuah rumah-rumahan yang dilengkapi payung kerajaan. Sedangkan dua makam lainnya lebih kecil berjajar berada di luar rumah-rumahan utama tersebut. Dua makam itu diyakini warga setempat sebagai makam hewan garangan putih dan ular yang merupakan pengawal setia Dewi Andongsari.

Selain itu lokasi tersebut juga dilengkapi dengan bendera merah putih dan sembilan tata tertib bagi pengunjung.

Di sekitar makam tersebut juga dilengkapi dengan joglo untuk istirahat dan sebuah bangunan lesehan yang sering dipakai oleh pengunjung untuk semedi. Kompleks makam tersebut berada di atas sebuah bukit yang cukup tinggi. Untuk menuju ke makam kuno tersebut pengunjung harus melewati tangga cukup tinggi mencapai 150 lebih anak tangga. Konon, setiap pengunjung tidak akan sama hasilnya kalau menghitung anak tangga tersebut.

Menurut Sumadi, warga setempat, akhir-akhir ini pengunjung Gunung Ratu mengalami peningkatan. Kalau sebelumnya didominasi oleh orang-orang tua yang ingin 'ngalap berkah', akhir-akhir ini semakin banyak muda-mudi atau remaja yang juga mendatangi tempat itu. Peningkatan pengunjung tersebut terutama saat hari libur. ''Nggak tahu mas, mereka sedang ngalap berkah, pacaran, atau memang tertarik melihat makam gunung ratu itu,'' ungkapnya tanpa menyebut jumlah pengunjung.

Ketika ditanya kemungkinan para pengunjung tersebut tertarik ke Gunung Ratu setelah mencuat klaim kalau Gajah Mada asli Lamongan, Sumadi mengaku tidak tahu pasti. Dia menyatakan kalau sejak dulu warga sekitar Gunung Ratu telah mempercayai kalau Gajah Mada memang lahir di Dusun Cancing Desa Sendangrejo Ngimbang yang notabene wilayah Lamongan. ''Bukankah Gajah Mada memang lahir di Ngimbang Lamongan ini, mas,'' ujarnya.

Selain soal peningkatan pengunjung, menurut Sumadi, juga telah terjadi sengketa juru kunci Gunung Ratu tersebut, antara Sulaeman, warga Dusun Cancing dan Jumain, warga Dusun Blawi. Kedua saling mengklim sebagai juru kunci yang sah. ''Mungkin saja sengketa itu menyangkut rebutan rezeki dari para pengunjung yang semkin meningkat,'' ungkapnya.

Kepala Desa Sendangrejo, Heri Purwanto tidak membantah adanya sengketa juru kunci Gunung Ratu tersebut. ''Sebenarnya sejak dulu Pak Jumain yang diakui sebagai juru kunci karena dinilai mempunyai keturunan langsung dari leluhur gunung ratu tersebut. Tetapi kemudian Pak Sulaeman yang biasanya sebagai pemandu pengunjung juga mengklim sebagai juru kunci. Karena jabatan juru kunci tersebut atas dasar kepercayaan masyarakat dan silsilah leluhur, sehingga pihak desa hanya minta agar masalah itu tidak melebar dan bisa diselesaikan dengan baik oleh kedua belah pihak,'' paparnya.(*)

2 komentar: